BANDA ACEH_Harian-RI.com
Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA), Subki Mohammad Bintang, memperingatkan seluruh elemen bangsa Aceh: Aceh akan kembali memasuki fase kelam yang ke sekian kalinya, jika kita masih memelihara ego tinggi dan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.
Beliau menyampaikan, sejarah telah berkali-kali mengajarkan kita bahwa perpecahan lahir bukan dari kelemahan musuh, melainkan dari kegagalan kita menundukkan ego sendiri. Ketika masing-masing pihak merasa paling benar, paling berhak, dan paling berkuasa, maka yang menjadi korban adalah rakyat kecil, anak-anak yatim, petani yang sawahnya gersang, dan masyarakat yang masih mendambakan rumah layak huni.
"Ego tinggi adalah racun yang perlahan mematikan persaudaraan kita. Dulu kita bersatu menuntut keadilan, sekarang kita terpecah hanya karena perbedaan pendapat. Ini bukan budaya Aceh, bukan ajaran ulama, dan bukan pula ajaran Islam yang mengajarkan persaudaraan."
Subki menegaskan, kekayaan alam Aceh yang melimpah tidak akan pernah bisa dinikmati rakyat jika kita terus saling menjatuhkan. Janji-janji pembangunan, perbaikan ekonomi, dan kesejahteraan akan tetap sekadar seruan jika tidak diiringi dengan kemauan untuk bersatu, saling menghargai, dan meletakkan kepentingan bangsa di atas segalanya.
"Mari kita tinggalkan ego. Tarik tangan, rangkul saudara kita. Karena tidak ada kemenangan yang abadi dalam perpecahan, dan tidak ada kehancuran yang tak dapat dihindari jika kita bersatu," pesannya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar