BANDA ACEH_Harian-RI.com
Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA), Subki Mohammad Bintang, menyambut dan mendukung sepenuhnya pernyataan bijak yang disampaikan oleh pejabat Aceh yang masih terhormat, T. Saumi Elfiza:
"Jika pola pikir bangsa Aceh tidak mau berubah dari pola pikir yang mendahulukan keuntungan di depan, maka kesejahteraan yang diharapkan tidak akan pernah bisa didapat dari hasil keuntungan sesaat tersebut. Sebab, membangun kesejahteraan adalah menunaikan tanggung jawab sebuah negara kepada rakyat."
Subki menegaskan, pesan ini adalah cermin jujur yang harus direnungkan oleh seluruh elemen bangsa, baik pejabat maupun masyarakat luas. Keuntungan sesaat, kepentingan pribadi, atau kelompok, tidak akan pernah bisa melahirkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Kesejahteraan sejati hanya lahir dari tanggung jawab yang dijalankan dengan tulus, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat banyak — bukan keuntungan di depan mata semata.
Lembaga PBA menyerukan, marilah kita bersama-sama mengubah pola pikir tersebut. Jangan biarkan ego dan kepentingan sesaat menghalangi jalan kita menuju Aceh yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan. Negara dan pemerintah punya kewajiban mensejahterakan rakyat, dan rakyat berhak menuntut itu terwujud — asal kita semua tidak saling menjatuhkan, dan tidak membiarkan keuntungan pribadi mengalahkan kepentingan bersama.
"Mari kita tinggalkan pola pikir yang hanya mengejar keuntungan sesaat. Gantikan dengan pola pikir yang membangun masa depan Aceh untuk anak cucu kita. Karena kesejahteraan bukan hadiah, melainkan hak rakyat yang harus ditunaikan," tegas Subki Mohammad Bintang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar