Nikmat Membawa Sengsara dan Sengsara Membawa Nikmat, Ingat Ungkapan Belajar ke Negeri Cina "kerjalah Seperti Orang Jawa, Berpikirlah Seperti Orang Batak, Berdaganglah Seperti Orang Padang.
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Nikmat Membawa Sengsara dan Sengsara Membawa Nikmat, Ingat Ungkapan Belajar ke Negeri Cina "kerjalah Seperti Orang Jawa, Berpikirlah Seperti Orang Batak, Berdaganglah Seperti Orang Padang.

    Dimas ( Redaksi )
    22 Agustus 2023, 8/22/2023 11:59:00 PM WIB Last Updated 2023-08-22T16:59:01Z



    Serdang Bedagai,Sumut_Harian-RI.com - Lalu ber politik lah seperti???

    Ber bangsa ber negara seperti,Apa???

    Penuh kecurangan dan sandiwara tidak tertib administrasi

    Rata rata sang pemerintah tidak tertib hukum dan admin di Desa, pada umumnya

    Boleh diangkat, ada cara tersendiri, wanipiro

    Bukan karena jeniusnya pikiran, otak dari SDM

    Hanya agar ada menjabati kursi Nageri.


    Karena saya dekat kepada media yang penuh ada menyimpan ideologis dan prinsip

    Dalam berbagai sudut pandang dua sisi dan catatan demokratis anyg saat ini sulit dan payah diterima di alam demokratis di pihak pihak penguasa, saya dekat ke media tambah ,Bp Pendy ini mengucapkan ke publik agar pelaksanaan demokrasi itu melaluinya cukup proses panjang dan penuh perjuangan,


    Saya paling dekat ke media, maka lewat media ini rakyat mendapat pembelajaran ditambah publik ,

    Jika kita ber pikiran jujur dan tulus serta ikhlas di dalam mencermati segala praktek perselingkuhan politik dan hukum ini, sekalipun tanpa ilmu yang kita miliki selain keyakinan dan perjuangan kita akan di ikuti pengikutnya.


    Harus cermat, teliti dan cermat memilah hoax misalnya yang mengadu domba sehingga adu kambing terjadi, polos polos saja kita ber acara tanpa bahasa intelektualitas tak perlu untuk rakyat

    Pokoknya dari ucapannya sudah kah ada perubahan??

    Atau di rubah rubah disitu metodis  nya nampak kita rasakan, kita pahami, mudah di mengerti


    Zaman sebelum masehi pun tidak ada profesor doctor hukum tidak ada yang ada sarjana Agama yang ada

    Kemunduran di alam kemajuan saat ini, bagaimana pula ke depan 30-90 -bahkan 200 thn lagi 

    Titel apa lagi di kampus yang diterbitkan izajah pertanda lulusan??


    Dalam rumah kecil pun banyak yang hancur sekalipun ada di dalam nya memiliki izajah resmi dan syah, namun akal sehat, akal warasnya tidak becus hanya akal akalan tipu daya kepada manusia yang normal, Bagaimana? Demikian pula dalam rumah tangga desa kita,


    Sungguh banyak tersembunyi info info yang dibutuhkan rakyat, namun ditutupi sang penguasa hanya untuk mementingkan golongan, kelompok nya tidak netral

    Ujar Bp pendy menambahkan.


    Tidak ada usia yang terlambat untuk pejaran dan pembelajaran dari soko guru penglihatan mu

    Tidak ada usia terlambat ,belajar baik untuk publik,bbaik dari bedah hukum bedah bahasa ,

    Mau tak mau, suka tidak suka, rela tidak rela zaman menindas kita jika tetap dalam kebodohan dan pembodohan di sekitar kita di depan publik


    Didepan publik pasti berkata jujur, namun dibaliknya tidak jujur

    Masa kata knek mengatakan kepada sang supir,Maju

    Ternyata Maju, rupanya penompang nya jatuh dan sakit dan meninggal dunia

    Siapa yang salah??

    Siapa yabg bertanggung jawab???

    Siapa kita salahkan di Negeri yang kita cintai ini??

    Sang Kades,kah

    BPD kah

    Atau rakyat?

    Atau Bapa Asuh nya??

    Sementara rakyat tidak ber kuasa rakyat dungu, tolol 


    Informasi sulit di ketahui publik dan rakyat

    Peraturan dan undang undang sudah tersedia bahkan tidak pernah diundangkan ke publik,umum


    Namun disana di catat dan disebutkan :Di undangkan pada tanggal sekian thn sekian,seperti bohong sederhana dan berimbas kerusakan dan kehancuran perselingkuhan oknum dengan menginjak injak berlindung di balik jubah dan atribut kekuasaan yabg melekat pada dirinya


    Atau pada umumnya antara bawahan takut pada atasannya,takutnya,ia dipecat tidak dipakai lg sebagai RT ,ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya,namun pun demikian 

    Perlunya media itu, itu produk hukum yang melihat jarak dekat dan jauh ,muncul nya pabrik dan gudang sarang kejahatan untuk rakyat, industri hukumnya penuh ,sangat,dan sangat menghina,dan menghianati rakyat,dosa yang tersembunyi di dalam dirinya, nah disinilah letaknya peran dan fungsi Tuhan


    Dan Agama keyakinan dalam kepercayaan yang menopengkan baju nya

    Imbuh nya di depan media.


    Jangan Takut pada kegagalan cari lah pada  kegagalan itu akan tersimpul suatu mutiara di dasar laut dengan penuh lumpur.


    Kata akhir dari sumber informasi ini

    Jadilah merpati putih dan penyejuk dalam lingkungannya,jangan tokoh menjadi penokoh dan jadi wakil menjadi setan ,hantu,iblis di lingkungan

    Mengatas namakan wakil ternyata tidak mampu mewakili rakyatnya masa jabatan mu membawa dosa yang penuh noda noda hitam

    Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi ,publik,rakyat penuh harapan menanti jawaban dan memberi curahan hujan yang menyuburkan tanaman, biar tumbuh dan berkembang kepada ke suburan tanaman ,layak makan ,jangan layak menangisi

    Buruh,tani,nelayan dan rakyat miskin.

    [Horas Situmorang]

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Nikmat Membawa Sengsara dan Sengsara Membawa Nikmat, Ingat Ungkapan Belajar ke Negeri Cina "kerjalah Seperti Orang Jawa, Berpikirlah Seperti Orang Batak, Berdaganglah Seperti Orang Padang.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer