Banda Aceh_Harian-RI.com
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un.
Keluarga besar Yayasan Anjungan Perdamaian dan Persaudaraan (AMPERA) yang tersebar di 23 kabupaten/kota se-Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Dr. Zaini Abdullah, salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah perdamaian Aceh.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Semasa hidupnya, Dr. Zaini Abdullah dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan perdamaian, persatuan, dan kemajuan Aceh. Pemikiran, keteladanan, serta pengabdiannya telah memberikan kontribusi besar dalam membangun masa depan Aceh yang damai dan bermartabat.
Ketua Umum AMPERA, Parhamdi Basyah, SE (Barra), menyampaikan bahwa jasa dan perjuangan almarhum akan selalu dikenang oleh masyarakat Aceh dari generasi ke generasi.
"Kami dari keluarga besar AMPERA di 23 kabupaten/kota se-Aceh merasa sangat kehilangan atas berpulangnya salah satu putra terbaik Aceh. Almarhum telah meninggalkan jejak perjuangan yang begitu besar dalam membangun perdamaian, memperkuat persaudaraan, dan mendorong kemajuan Aceh. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Barra.
AMPERA juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendoakan almarhum serta melanjutkan semangat persatuan, perdamaian, dan pembangunan yang selama ini menjadi cita-cita bersama.
Wafatnya Dr. Zaini Abdullah menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk menjaga perdamaian dan membangun Aceh harus terus dilanjutkan oleh seluruh elemen masyarakat. Warisan pemikiran dan pengabdian beliau akan tetap hidup dalam sejarah serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Selamat jalan, Dr. Zaini Abdullah. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang. Namamu akan tetap tercatat sebagai bagian penting dalam perjalanan perdamaian Aceh.
"Aceh kehilangan seorang tokoh, namun semangat perjuangannya akan terus hidup dalam hati rakyat Aceh."
Al-Fatihah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar